| |
GROUP CREDIT NEWS
United Tractors raih utang US$ 150 juta
UT memperoleh pinjaman US$ 150 juta dari sejumlah kreditor. Perusahaan distribusi alat berat itu menandatangani perjanjian pinjaman dibantu oleh bank pengatur yaitu Mizuho Corporate Bank Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation. Sumitomo juga bertindak sebagai agen fasilitas. Pinjaman itu akan digunakan UT untuk membiayai pembelian saham perusahaan batubara PT Tuah Turangga Agung termasuk kebutuhan belanja modal (Sumber: Bisnis Indonesia, 18 Februari 2008).
GAJAH TUNGGAL JAJAKI AKUISISI KEBUN KARET
PT Gajah Tunggal menjajaki peluang membeli perkebunan karet untuk memenuhi kebutuhan pasokan karet sebagai bahan baku produksi ban di tengah lonjakan harga komoditas itu. Gajah Tunggal pada saat ini telah menjalin kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara, sehingga tidak harus diversifikasi lagi. Direktur Komunikasi Perusahaan-Hubungan Investor Gajah Tunggal, Catharina, mengatakan, dengan membeli perkebunan karet, produsen ban bisa mengganti penurunan margin akibat lonjakan harga karet.
Selain Gajah Tunggal, emiten ban lainnya, yakni PT Multistrada Arah Sarana Tbk, juga mencari kebun karet seluas 10,000 – 20,000 ha kebun karet, sedang Gajah Tunggal paling tidak memerlukan 40,000 ha. Berdasarkan riset Erdikha Elit, realisasi volume produksi ban Multistrada per Juli tahun lalu mencapai 13,000 ban/hari sedangkan Gajah Tunggal 30,000 ban/hari. Gajah Tunggal menargetkan peningkatan produksi ban motor dari 45,000 ban/hari tahun lalu menjadi 60,000 ban/hari pada akhir 2008, sedangkan ban mobil dari 30,000 ban/hari menjadi 35,000 ban/hari.
Gajah Tunggal mempunyai kontrak dengan Michelin dimana akan memproduksi 2,3 juta ban tahun ini, naik dari 1,3 juta ban tahun lalu. Jumlah ini akan meningkat menjadi 2,7 juta ban pada 2008, 3,1 juta ban pada 2009 dan selanjutnya 5 juta ban pada 2010 (Sumber: Bisnis Indonesia, 18 Februari 2008).
ANEKA TAMBANG CALON KUAT PEMILIK FREEPORT
Pemerintah berencana memberikan prioritas kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk membeli 9.36% saham PT Freeport Indonesia, yang mengoperasikan tambang tembaga terbesar kedua di dunia, dari total 20% porsi saham PT Freeport yang ada di bawah kendali pemerintah. Menneg BUMN, Sofyan A. Djalil meminta Menteri Keuangan dan Menteri ESDM agar Antam diberikan hak menolak pertama dalam proses divestasi 9.36% saham Freeport yang masih dikuasai pemerintah
Freeport-McMoran menguasai 90.64% saham Freeport Indonesia, termasuk 9.36% saham PT Indocopper Investama, dan selebihnya dimiliki pemerintah.
Antam mengincar 3 perusahaan emas untuk diakuisisi. Salah satunya adalah perusahaan Australia Oxiana Ltd. yang mengembangkan pertambangan emas dan perak di Martabe, Sumatera Utara. Proyek itu dalam tahap konstruksi dan diperkirakan masuk dalam tahap produksi tahun depan. Selain mengincar Freeport dan Oxiana, Antam siap membeli saham Herald Resources senilai USD 448.1 juta. Berdasarkan Bloomberg, Antam memiliki arus kas bebas senilai IDR 4.31 triliun per September 2007. Rasio utang terhadap aset perusahaan itu hanya 9.13% (Sumber: Bisnis Indonesia, 15 Februari 2008).
|
|